Sebagian orang bilang bahwa “work-life balance” adalah mitos. Sebagian lagi justru percaya hal itu ada dan oleh karenanya harus diusahakan. Mana yang benar?
Salah satu tantangan terbesar bagi para pekerja adalah “mendamaikan” dua perkara besar ini: kehidupan personal dan kehidupan profesional. Menyeimbangkan keduanya, kalau ternyata memang bisa, merupakan hal yang terasa rumit.
Ini seperti seseorang yang meniti temali seraya membawa tongkat keseimbangan. Sebagian besar orang akan gagal mencapai akhir. Tapi sebagian yang lain justru berhasil dan mengundang decak kagum. Dibilang tidak mungkin, terbukti ada orang yang mampu melakukannya. Dibilang mungkin, tapi rasanya tidak mudah.
Itu juga yang kita rasakan saat meniti tali bernama kesibukan. Waktu kita yang serba terbatas itu harus dimanfaatkan untuk menjalani rangkaian tugas profesional, berupaya mewujudkan tujuan perusahaan, seraya tetap harus menjalani kehidupan pribadi yang sehat secara mental dan fisik. Tarik menarik di antara kedua kutub ini tak jarang membuat kita kehilangan keseimbangan.
Tetapi, sekali lagi, keseimbangan bukan tak mungkin untuk diwujudkan. Ia perlu diupayakan, dilatih, dan kemudian dibiasakan. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mewujudkannya.
Tetapkan Prioritas
Seringkali kita merasa kewalahan bukan karena terlalu banyak tugas, melainkan karena semua hal dianggap penting. Kita berkata “ya” pada terlalu banyak hal, hingga lupa berkata “ya” pada diri sendiri.
Ambil jeda sejenak. Susun ulang prioritas kita. Renungi, apa yang paling penting bagi kita saat ini. Apakah itu keluarga, kesehatan, pekerjaan? Menentukan prioritas membantu kita dalam membuat keputusan yang tepat.
Kelola Waktu dengan Bijak
Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam. Tidak ada yang memiliki lebih banyak atau lebih sedikit. Yang membedakan setiap orang adalah bagaimana mereka menggunakan waktu itu.
Sebagian orang benar-benar terampil mengelola waktu. Sebagian lagi tidak memiliki kemampuan itu dan tidak menyadarinya. Buatlah jadwal yang realistis, berikan porsi yang tepat untuk semua hal, dan jangan menunda.
Segalanya Bisa Dikomunikasikan
Sebagai makhluk sosial, adalah “tugas” manusia untuk berkomunikasi. Jangan ragu komunikasikan situasi kita kepada orang lain. Keseimbangan akan sulit tanpa komunikasi yang jujur dan terbuka. Jika memang kita memiliki persoalan di pekerjaan, komunikasikan dengan rekan kerja atau atasan. Demikian juga untuk hal-hal personal.
Lingkungan kerja dan lingkungan pribadi yang baik adalah yang mendukung kita untuk berkembang menjadi versi terbaik diri kita.
Jangan Lupakan Diri Sendiri
Istirahat adalah hak tubuh dan pikiran kita. Mengabaikan hak itu terpenuhi akan berakibat tidak baik bagi diri sendiri. Oleh karenanya, pastikan kita tidak melupakan kebutuhan diri. Istirahat yang cukup, makanan yang bergizi, latihan fisik dan mental demi kesehatan, adalah hak-hak tubuh yang wajib dipenuhi.
Tubuh dan pikiran yang lelah tidak akan mampu menghasilkan karya terbaik.