Menikmati Indonesia dari Dalam Kereta

Perjalanan dengan kereta biasanya punya satu tujuan yang jelas. Berangkat dari satu kota, lalu tiba di kota berikutnya. Nusantara Explorer menawarkan cara pandang yang sedikit berbeda. Waktu selama perjalanan justru ditempatkan sebagai bagian penting dari pengalaman.

Kereta wisata terbaru KAI ini dikembangkan atas gagasan dan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pada 30 Juli 2026, Presiden menggunakan Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Semarang menuju Batang, kemudian kembali ke Jakarta dari Stasiun Batang. Pemerintah menyebut perjalanan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan pariwisata berbasis kereta api sekaligus industri perkeretaapian nasional.

Konsep yang ditawarkan cukup berbeda dari layanan kereta penumpang pada umumnya. Ada kabin untuk beristirahat, restoran, lounge, dan ruang-ruang yang dirancang agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan lebih leluasa. Pemandangan yang berganti sepanjang lintasan pun menjadi bagian dari pengalaman.

 

Tidur Nyaman, Makan, Lalu Menikmati Pemandangan

Nusantara Explorer dirancang dalam rangkaian 12 kereta. Di dalamnya terdapat tiga pilihan kabin tidur, yakni Signature Class, Advance Class, dan Compact Class. Ketiganya dibuat dengan tingkat ruang dan privasi yang berbeda, sehingga pelanggan nantinya dapat memilih sesuai kebutuhan perjalanan.

Kehadiran kabin tidur membuat waktu perjalanan memiliki fungsi yang lebih luas. Pelanggan dapat beristirahat tanpa harus menunggu sampai kereta tiba di tujuan. Bagi perjalanan jarak jauh, ruang pribadi seperti ini tentu mengubah cara seseorang menikmati waktu di atas kereta.

Ada pula Grand Restaurant. Ruang makan ini dirancang sebagai bagian dari perjalanan, bukan hanya tempat untuk mengambil makanan. Suasananya dibuat lebih tenang dan eksklusif sehingga pelanggan dapat menikmati hidangan sambil tetap bergerak menuju kota berikutnya.

Lounge menawarkan pilihan lain. Di sana tersedia area bersantai, bar, piano, sistem hiburan, dan jendela panorama. Pelanggan dapat meninggalkan kabin sejenak, duduk santai, berbincang, atau melihat lanskap yang dilewati kereta.

Dengan susunan fasilitas seperti itu, waktu perjalanan tidak harus terasa sebagai jeda sebelum sampai di tujuan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sepanjang perjalanan.

 

Nuansa Interior yang Khas Indonesia

Nama Nusantara Explorer juga tercermin pada rancangan interiornya. KAI memasukkan unsur budaya Indonesia ke berbagai bagian kereta, dengan inspirasi dari Wayang Kulit, Batik Lasem, Sekar Jagad, serta motif khas Bali. Unsur tersebut dipadukan dengan material bernuansa hangat dan pencahayaan yang lebih lembut.

Pilihan ini membuat karakter kereta terasa berbeda dari ruang transportasi pada umumnya. Unsur budaya tidak ditempatkan sebagai ornamen yang berdiri sendiri. Ia menyatu dengan ruang kabin, restoran, dan area bersama.

Ada gagasan yang cukup menarik di sini. Wisata tidak selalu harus dimulai setelah seseorang turun dari kereta. Pengalaman mengenal Indonesia dapat dimulai sejak perjalanan berlangsung.

Konsep tersebut juga punya konteks yang lebih luas. Pada Juli 2026, KAI mencatat 96.940 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api jarak jauh, sebuah rekor bulanan baru. Stasiun seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya Gubeng, Malang, Semarang, Probolinggo, dan Solo termasuk yang banyak melayani wisatawan mancanegara. Data ini memperlihatkan bahwa kereta api sudah menjadi bagian penting dari perjalanan wisata antarkota di Indonesia.

Nusantara Explorer mengambil ruang yang berbeda di tengah perkembangan tersebut. Ia bukan sekadar sarana untuk membawa wisatawan dari satu destinasi ke destinasi lain. Kereta ini mencoba menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai bagian dari kegiatan wisata.

Dikerjakan di Balai Yasa Surabaya Gubeng

Ada cerita menarik dari proses pembuatannya. Pengembangan Nusantara Explorer dikerjakan oleh insan KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Sebelum diperkenalkan kepada publik, sarana tersebut melewati tahapan pengujian. Dua kereta yang telah selesai dikerjakan menjalani uji statis dan uji dinamis di lintas Surabaya Gubeng–Lamongan pulang-pergi. Pengujian mencakup kestabilan perjalanan, sistem pengereman, kelistrikan, serta fungsi berbagai fasilitas di dalam kereta.

Tahapan tersebut penting karena konsep baru membawa kebutuhan teknis yang berbeda. Ruang tidur, restoran, lounge, sistem hiburan, dan berbagai fasilitas lain harus tetap bekerja dalam kondisi kereta berjalan. Kenyamanan pun harus berjalan bersama keandalan sarana.

Balai Yasa Surabaya Gubeng sendiri memang memiliki fungsi perawatan, perbaikan, dan retrofit sarana perkeretaapian. Pengembangan Nusantara Explorer memperlihatkan kemampuan unit tersebut dalam mengerjakan sarana dengan konsep layanan yang berbeda dari kereta reguler.

KAI masih menyelesaikan pengembangan Nusantara Explorer sebelum layanan komersial dibuka. Rute, jadwal, tarif, dan waktu operasional akan diumumkan setelah seluruh pengerjaan, pengujian, serta kesiapan pelayanan dan keselamatan dinyatakan selesai.

Share Artikel

Hubungi Kami