Cerita Baik di Paruh Pertama 2026

Capaian kinerja sepanjang semester I semakin menegaskan komitmen KAI dalam memperluas layanan, memperkuat konektivitas, serta menghadirkan transportasi publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kinerja positif kembali ditorehkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp17,96 triliun atau tumbuh 6,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut turut tecermin dari layanan KAI Group yang menjangkau 258,99 juta pelanggan serta mengangkut 32,49 juta ton barang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menuturkan, pertumbuhan pelanggan KAI Group menjadi gambaran meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api, baik untuk perjalanan harian, antarkota, akses bandara, wisata, maupun mobilitas perkotaan.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi,” jelas Bobby.

Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat konektivitas, mengembangkan transformasi digital, serta mendukung operasional yang berkelanjutan.

Menurut Bobby, berbagai pengembangan yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari upaya memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang andal sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

 

Memperluas Akses dan Pilihan Perjalanan

Menghadirkan layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat menjadi salah satu fokus KAI pada semester I 2026. Berbagai inovasi dilakukan untuk memperluas konektivitas antardaerah sekaligus menghadirkan lebih banyak pilihan perjalanan yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah meluncurkan Rel Ekonomi Rakyat melalui layanan KA Cikuray. Program ini menghadirkan enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra mengatakan, layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Melalui layanan ini, kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujar Rafli.

Pilihan perjalanan juga semakin beragam melalui pengoperasian KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang yang menghubungkan empat provinsi, serta hadirnya KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember yang menambah alternatif perjalanan bagi pelanggan.

Di jalur utara Jawa, Stasiun Plabuan dan Comal kembali melayani naik turun penumpang sehingga akses masyarakat terhadap transportasi kereta api semakin luas. Di sisi lain, pelanggan KA Rajabasa kini dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman melalui penggunaan rangkaian Kereta Ekonomi Premium.

Memperkuat Mobilitas dan Rantai Pasok Nasional

Selain memperluas pilihan perjalanan, KAI juga terus memperkuat kapasitas jaringan rel untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik nasional. Berbagai pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjawab kebutuhan transportasi yang terus berkembang.

Di sektor logistik, KAI menghadirkan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif distribusi barang berbasis rel yang lebih efisien. Layanan ini mampu mengangkut hingga 800 ton dalam satu perjalanan dan turut mendorong volume angkutan peti kemas yang mencapai 2,62 juta ton sepanjang semester I 2026. Untuk memperkuat distribusi komoditas strategis, terutama batu bara, KAI juga menambah 1.080 gerbong datar yang beroperasi di wilayah Sumatera.

Menurut Bobby, angkutan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.

“Layanan angkutan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian Indonesia. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah,” ujar Bobby.

Penguatan kapasitas juga dilakukan pada layanan Commuter Line. Mulai Juni 2026, Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) resmi melayani perjalanan Commuter Line lintas Tanjung Priok–Jakarta Kota sehingga memberikan akses transportasi publik yang lebih mudah menuju kawasan Jakarta Utara.

Sementara, revitalisasi jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor memungkinkan seluruh peron melayani rangkaian Commuter Line 12 kereta. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pelanggan.

Transformasi Digital dan Bisnis Berkelanjutan

Transformasi KAI juga dilakukan di berbagai lini. Selain menghadirkan layanan yang semakin baik bagi pelanggan, perusahaan juga memperkuat operasional melalui digitalisasi dan penerapan prinsip keberlanjutan guna mewujudkan layanan yang lebih efisien, andal, dan berdaya saing.

Sepanjang semester I 2026, Access by KAI mencatat lebih dari 17 juta transaksi pembelian tiket. Berbagai fitur baru, seperti Recent Search, Schedule & Filter, Train Details, dan Female Seat Map, dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan sejak merencanakan hingga melakukan perjalanan.

Di sisi lain, KAI juga meluncurkan SPACE by KAI, platform yang memudahkan mitra bisnis mengakses informasi pemanfaatan aset strategis perusahaan di berbagai wilayah Indonesia.

Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui penerapan biodiesel B50, pengembangan 113 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di 109 lokasi, serta penerapan konsep circular economy melalui Program Waste Management terintegrasi di Stasiun Gambir. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mengurangi emisi karbon sekaligus mewujudkan operasional yang lebih berkelanjutan.

 

Keselamatan sebagai Fondasi Transformasi

Di balik berbagai inovasi yang dihadirkan, KAI tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Pada periode semester I 2026, perusahaan bersama para pemangku kepentingan telah menutup 119 dari 172 perlintasan sebidang prioritas, menangani 490 perlintasan liar, serta memperkuat fasilitas keselamatan di 1.148 perlintasan aktif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan perjalanan kereta api yang semakin aman dan andal.

Komitmen tersebut didukung oleh lebih dari 19 ribu SDM bersertifikat yang secara rutin mengikuti pelatihan, simulasi operasional, dan pengawasan kompetensi guna memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan selamat.

Penguatan kompetensi SDM juga tecermin dalam kemampuan KAI mengembangkan dan memodernisasi sarana secara mandiri melalui Balai Yasa Manggarai. Hingga semester I 2026, sebanyak 145 kereta telah dimodifikasi, meliputi Kereta Ekonomi New Generation, Compartment Suites, Kereta Ekonomi Kerakyatan, kereta eksekutif, hingga kereta makan. Pengembangan tersebut mendukung hadirnya layanan yang semakin modern dan berkualitas bagi pelanggan.

Berbagai capaian sepanjang semester I 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan KAI tidak hanya tecermin dari peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga dari upaya menghadirkan layanan yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian nasional.

 

Pullquote:

Berbagai pengembangan yang dilakukan KAI merupakan bagian dari upaya memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang andal sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin

Share Artikel

Hubungi Kami