Buah Transformasi di Paruh Pertama

KAI berhasil mencatatkan pencapaian kinerja gemilang selama paruh pertama 2025. Siap menatap paruh kedua tahun ini dengan optimisme.

Semester pertama tahun 2025 menjadi momentum yang penuh tantangan bagi KAI. Namun, pada saat yang sama pula KAI berhasil mencatatkan pencapaian penting. Di tengah dinamika sektor transportasi dan tingginya ekspektasi pelanggan, KAI berhasil mewujudkan pertumbuhan positif di berbagai lini bisnis. Capaian ini, tentu saja, merupakan cerminan dari komitmen dan kerja keras seluruh Insan KAI.

Selama periode Januari hingga Juni 2025, KAI melayani total 240,9 juta pelanggan. Pencapaian ini lebih tinggi 8,9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berjumlah 221,2 juta pelanggan. Pencapaian ini, sekali lagi, menjadi bukti bahwa kereta api masih menjadi andalan bagi masyarakat sebagai pilihan moda transportasi utama.

Yang lebih menggembirakan lagi, peningkatan jumlah pelanggan ini terjadi nyaris di seluruh lini usaha KAI Groups.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh LRT Jabodebek. Selama semester pertama 2025, LRT Jabodebek melayani lebih dari 13 juta pelanggan. Pencapaian ini bisa dibilang amat luar biasa. Angka ini bertumbuh lebih dari 50 persen bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang sebesar 8,6 juta pelanggan.

Hal yang sama juga terjadi pada layanan KAI Wisata, anak usaha KAI yang menghadirkan layanan kereta eksklusif seperti Kereta Panoramic, Kereta Priority, serta Kereta Wisata tematik seperti Nusantara, Toraja, dan Imperial. Di lini ini jumlah pelanggan meningkat dari 70.855 menjadi 100.176 pelanggan atau tumbuh 41,38 persen. Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pengalaman perjalanan yang berbeda, dengan layanan premium yang semakin diminati baik untuk kegiatan wisata, instansi, maupun perjalanan korporat.

Layanan KAI Bandara pun mencatat pertumbuhan sebesar 27,29 persen, dari 2,7 juta menjadi 3,4 juta pelanggan. Layanan ini mencakup KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang menghubungkan pusat kota ke bandara di Kulon Progo, serta KA Srilelawangsa yang melayani rute Medan – Bandara Kualanamu – Binjai. Kedua layanan ini menjadi simpul penting dalam memastikan konektivitas darat-ke-udara yang cepat, terjangkau, dan terintegrasi.

Tak hanya di Pulau Jawa, pertumbuhan juga terjadi pada sejumlah layanan KAI di luar Pulau Jawa. Di Sumatera, LRT Sumatera Selatan (LRT Sumsel) melayani 2,2 juta pelanggan, atau naik 9,5 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di Palembang, LRT Sumsel mulai berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menjadi penghubung area pemukiman, pusat ekonomi, dan Bandara SMB II.

Begitu pula di Makassar, Sulawesi Selatan. KA Makassar-Parepare, yang termasuk dalam proyek strategis nasional pertama di Sulawesi, mengalami pertumbuhan 8,86 persen dari 136.906 menjadi 149.035 pelanggan. Sesuai dengan tujuan awalnya, kehadiran KA ini berkontribusi dalam membuka akses ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

Adapun KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI melayani 27,4 juta pelanggan, meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 25,7 juta pelanggan. Sedangkan KAI Commuter, tulang punggung transportasi harian perkotaan, tetap dominan dengan 191,5 juta pelanggan, atau tumbuh 6,90 persen dari 179,1 juta pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Tulang Punggung Logistik Nasional

Tak hanya dalam angkutan penumpang, pada semester pertama 2025 catatan positif juga diraih KAI untuk sektor angkutan barang. Selama kurun tersebut, KAI mengangkut volume lebih dari 33,3 juta ton, atau naik 1,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kontribusi terbesar datang dari pengangkutan komoditas batu bara, dengan total volume lebih dari 27,6 juta ton atau 82,9 persen dari total angkutan. Angka ini naik lima persen dari tahun sebelumnya. Rute pengiriman mayoritas menuju pembangkit listrik di Jawa dan Bali.

Di sektor barang ritel dan kebutuhan pertanian volume Barang Hantaran Paket (BHP) dan parsel juga tumbuh signifikan, dari 101 ribu ton menjadi 118 ribu ton, atau naik 16 persen. Angkutan pupuk juga naik 21 persen menjadi 13.230 ton, seiring persiapan musim tanam.

Dengan daya angkut yang besar dan waktu tempuh yang lebih pasti, KAI berhasil menyediakan efisiensi mobilitas logistik yang sulit ditandingi moda darat lainnya. Di Pulau Jawa, misalnya, satu rangkaian KA barang mampu menarik 30 gerbong dengan kapasitas masing-masing 42 ton. Sementara di Sumatera Selatan, efisiensinya bahkan lebih tinggi, dengan 61 gerbong dalam satu kali perjalanan KA batu bara.

Tak hanya itu, dari aspek operasional juga KAI didukung oleh personel yang tersertifikasi dan sistem inspeksi rutin. Ini membuat layanan KAI tak hanya efisien, tapi juga aman dan profesional.

Untuk jangka panjang, KAI telah menyiapkan peta jalan pertumbuhan logistik. Dalam roadmap ini, volume angkutan barang ditargetkan akan bertumbuh hingga 15 persen pada 2029, di mana batu bara diproyeksikan akan menyentuh angka 111,2 juta ton, dan angkutan non-batu bara ditargetkan mencapai 10,9 juta ton.

Buah Transformasi

Bagi KAI peningkatan jumlah pelanggan dan angkutan barang ini bukan sekadar pertumbuhan angka. Tetapi tentang bagaimana kepercayaan publik tumbuh melalui pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan terkoneksi.

Ini sejalan dengan semangat transformasi yang digulirkan KAI.

Salah satu pencapaian penting yang terwujud pada Semester I 2025 ialah konsistennya peningkatan On Time Performance (OTP). Selama kurun tersebut, ketepatan waktu keberangkatan KA Penumpang yang dikelola KAI mencapai 99,51 persen, dan ketepatan waktu kedatangan berada di angka 96,25 persen. Pencapaian ini menunjukkan profesionalitas KAI dalam menyelenggarakan sistem transportasi berbasis rel, yang pada gilirannya dapat berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat pada KAI.

Transformasi lain yang juga tak kalah penting ialah digitalisasi ditubuh KAI, yang telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Salah satu indikator penting digitalisasi ini ialah pertumbuhan angka penggunaan Access by KAI, platform digital KAI.

Pada periode Januari hingga Juni 2025, Access by KAI menyumbang sekitar 72 persen dari total transaksi tiket KA Jarak Jauh, yakni sebanyak 12,6 juta transaksi. Angka ini mengungguli semua kanal lain, termasuk mitra eksternal berbasis business-to-business, loket stasiun, laman web resmi, vending machine, hingga layanan Contact Center 121.

Kepercayaan pelanggan terhadap platform ini tumbuh seiring peningkatan kualitas fitur dan kenyamanan pengguna. Access by KAI bukan lagi sekadar aplikasi pemesanan, melainkan telah berevolusi menjadi mitra perjalanan yang komprehensif. Berbagai fitur yang tersedia, mulai dari pencarian dan pemesanan tiket, pengaturan jadwal, boarding dengan teknologi face recognition, hingga notifikasi perjalanan, terbukti memudahkan para penggunanya.

Peningkatan performa digital Access by KAI ini sejalan dengan semangat KAI dalam mendekatkan layanan kepada pelanggan melalui pendekatan berbasis data dan pengalaman.

Di sisi lain, sejumlah capaian ini juga tidak terlepas dari komitmen kuat KAI dalam menegakkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), demi memastikan keberlanjutan perusahaan.

Salah satu bentuk komitmen ini ialah dengan terus memperkuat budaya antikorupsi di seluruh lini organisasi. Secara berkala, KAI aktif menyelenggarakan pelatihan integritas, pelaporan gratifikasi, dan membuka kanal pelaporan pelanggaran (WBS) yang responsif dan independen.

Dengan capaian positif selama Semester I 2025, KAI menatap paruh kedua tahun ini dengan optimisme.

Share Artikel

Hubungi Kami