Bertumbuh untuk Melayani

Memulai karier dari level pelaksana, ia tumbuh menjadi pemimpin yang menekankan kolaborasi. Komitmennya untuk menjalin hubungan harmonis dan melahirkan inovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan tidak pernah pudar.

Tidak semua orang memulai karier dari sebuah mimpi besar. Ada yang memulainya karena kesempatan, lalu seiring waktu menemukan panggilan hidup dalam pekerjaan yang dilakoninya. Begitu pula dengan Krisna Arianto. Bergabung di PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 2010, melalui program management trainee, Krisna merasa kondisi PT KAI saat itu jauh dari kata ideal. Saat itu, KAI di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan tengah melakukan transformasi total.

“Saya sempat terpikir untuk resign. Namun, orang tua meyakinkan bahwa bekerja di KAI adalah takdir yang harus ditekuni karena bermanfaat bagi banyak orang, terutama para penumpang kereta api,” kenang Krisna.

Nasihat orang tuanya menguatkan langkahnya untuk menapaki karier di Direktorat Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI. Memulai karier sebagai pelaksana di unit angkutan barang, kariernya terus beranjak hingga mencapai level manager. Genap sembilan tahun bertugas di kantor pusat, pada 2019, ia memulai perjalanan baru di Divisi Regional KAI. Krisna diamanahkan mengampu tanggung jawab sebagai Senior Manager Angkutan Barang di Divre IV Tanjungkarang.

Ketika Covid-19 melanda Indonesia, tepatnya pada 2020, ia diminta kembali ke kantor pusat untuk memperkuat tim kerja Direktur Utama KAI. Belum genap satu tahun menjalani tugas tersebut, pada 2021, ia dipercaya mengampu jabatan baru sebagai VP Non Transport Commercialization. Tiga tahun berselang, ia kembali diberi amanah baru oleh perusahaan sebagai EVP of Passenger Transport Marketing & Sales.

 

Kepemimpinan yang Menghargai

Menapaki karier dari level bawah hingga memimpin sebuah divisi yang beranggotakan banyak orang, ia menilai bahwa tantangan terbesar menjadi pemimpin terletak pada gap kemampuan, usia, dan profesionalitas dalam tim. Kendati demikian, ia tidak memandang hal ini sebagai hambatan, melainkan sebagai kesempatan untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan memastikan bahwa setiap orang merasa dihargai dan dibutuhkan, serta memberi contoh sekaligus arahan yang jelas.

Menurut Krisna, sebagai pemimpin, ia selalu menerapkan filosofi participative leadership, yakni melibatkan seluruh tim dalam pengambilan keputusan dan menghargai setiap saran yang mereka sampaikan sehingga seluruh individu di dalam tim mempunyai rasa memiliki baik terhadap pekerjaan maupun target bersama.

“Di awal, tentunya saya memberikan arahan yang jelas untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, saya juga melibatkan seluruh tim dalam diskusi untuk memperoleh keputusan dan langkah-langkah terbaik,” terang Krisna.

 

Layanan yang Mengutamakan Pelanggan

Pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, ini menambahkan, selain memastikan seluruh tim di setiap level dapat bergerak bersama mencapai tujuan perusahaan, ia juga bertugas memastikan terjalinnya hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan mitra bisnis dan pelanggan. Baginya, kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan adalah kunci agar KAI terus bertumbuh sekaligus tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia.

Kedekatan tersebut juga menjadi cara untuk lebih memahami kebutuhan dan layanan yang diharapkan pelanggan. Menurutnya, setiap generasi memiliki preferensi layanan yang berbeda-beda. Generasi Z cenderung menyukai layanan yang praktis, mudah, dan digital. Sementara, Baby Boomer cenderung tidak update terkait teknologi dan lebih nyaman dengan layanan yang konvensional.

Pemahaman akan kebutuhan layanan tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai langkah nyata, salah satunya dengan meluncurkan Face Recognition Gate (FR Gate). Inovasi ini telah terintegrasi dengan Rail Ticketing System (RTS) dan sistem kependudukan sehingga memungkinkan proses boarding di stasiun lebih cepat dan praktis. KAI juga terus mengembangkan fitur-fitur di aplikasi Access by KAI, seperti flexy point,  female seatmap, dan berkolaborasi dengan IP Lokal untuk menghadirkan journey dan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti keseriusan KAI dalam meningkatkan layanan. Namun, Krisna percaya bahwa inovasi dan berbagai upaya untuk menghadirkan layanan terbaik akan benar-benar tercapai jika didasari kesungguhan hati untuk melayani. Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh Insan KAI untuk selalu bekerja dengan ikhlas, senang, dan bangga.

“Berhubungan baiklah dengan siapa pun dan karier akan mengikuti kinerja terbaik yang diberikan oleh rekan-rekan semua.”

Share Artikel

Hubungi Kami