Tekankan Sinergi dan Melayani dengan Hati

Apel gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2026 menjadi langkah awal KAI dalam memastikan operasional mudik berjalan aman, lancar, dan terkoordinasi dengan baik.

Dalam rangka menyambut momen Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar Apel Pasukan Operasi Angkutan Lebaran di halaman Stasiun Gambir, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan wujud kesiapan KAI dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia Suntana dalam arahannya menyampaikan apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berjalan aman dan lancar, serta memperoleh tingkat kepuasan publik yang tinggi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. Oleh karena itu, pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini, seluruh petugas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penekanannya adalah pengabdian untuk melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan. Dengan semangat itu, kita dapat memberikan layanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Suntana.

Sinergi, Mitigasi, dan Kesiapan Operasional sebagai Kunci Layanan

Lebih lanjut, Suntana menekankan sejumlah hal krusial yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini. Menurutnya kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan secara optimal tanpa kompromi, khususnya melalui pemeriksaan rutin (ramp check) dan menyeluruh terhadap lokomotif dan rangkaian kereta

Keamanan jalur dan stasiun juga menjadi perhatian khusus, terutama pada titik-titik rawan, baik rawan bencana maupun gangguan keamanan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar KAI memastikan agar jalur kereta api dan fasilitas di stasiun siap melayani lonjakan penumpang dengan standar pelayanan minimum yang terjaga.

Keselamatan di perlintasan sebidang, lanjut Santana, memang merupakan masalah klasik. Kendati demikian, persoalan ini memerlukan perhatian ekstra. Untuk memastikan keselamatan di perlintasan sebidang, KAI perlu meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait sehingga meminimalisir risiko kecelakaan di titik-titik perlintasan.

“Kami memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan pada tahun 2026 ini. Oleh karena itu, safety is non-negotiable, keselamatan adalah harga mati. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap potensi risiko.”

Selain itu, Suntana mengingatkan pentingnya sikap ramah, kepedulian, serta kepekaan petugas di lapangan, khususnya dalam membantu penumpang yang membutuhkan. Oleh karena itu, seluruh personel yang bertugas harus mengedepankan sikap humanis, namun tetap tegas dalam melayani.

Melalui kesiapan operasional, koordinasi yang solid, serta pelayanan yang tulus, ia berharap KAI mampu menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat.

Share Artikel

Hubungi Kami