KAI memastikan layanan tetap andal selama Angkutan Lebaran. Persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan operasional, hingga inovasi layanan.
Pergerakan masyarakat pada masa Lebaran selalu menghadirkan beragam cerita tentang rindu dan perjalanan pulang. Jutaan orang bergerak menuju kampung halaman, membawa harapan agar perjalanan berlangsung aman dan lancar. Di atas jutaan harapan itu, hadir sebuah tanggung jawab besar: memastikan setiap perjalanan kereta api dapat berjalan dengan selamat, nyaman, dan tepat waktu.
Di masa Angkutan Lebaran ini, KAI Group menyiapkan kapasitas penumpang sebanyak 61.808.188 pelanggan, meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan.
Untuk layanan kereta api jarak jauh, KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk yang secara operasional dapat melayani hingga sekitar 5 juta pelanggan. Kapasitas tersebut didukung dengan penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari.
Selaras dengan peningkatan kapasitas tersebut, KAI memastikan kesiapan operasional melalui berbagai langkah pengendalian yang terintegrasi di seluruh lini layanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengoperasian Posko Angkutan Lebaran.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 berlangsung selama 22 hari. Untuk menjaga kelancaran operasional selama periode tersebut, KAI mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, yakni pada 13–30 Maret 2026.
“Angkutan Lebaran merupakan momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi. Seluruh persiapan kami arahkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,”
ujar Bobby.
Ia menambahkan, untuk mendukung kemudahan akses dan keandalan pembelian tiket, KAI telah memperkuat sistem digital melalui migrasi infrastruktur Rail Ticketing System yang dilakukan pada 21 Januari 2026. Sistem ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan transaksi selama periode penjualan tiket Lebaran, dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit.
Memperluas Layanan di Tengah Tingginya Mobilitas Penumpang

Seiring dengan peningkatan kapasitas dan kemudahan transaksi tiket, KAI juga memperluas layanan dengan harga yang terjangkau. Salah satunya dilakukan melalui stimulus transportasi kereta api dengan diskon tarif hingga 30 persen untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk ekonomi komersial pada periode 14–29 Maret 2026, dengan total nilai stimulus mencapai Rp116,15 miliar.
Selain itu, KAI juga menghadirkan inovasi layanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dilengkapi dengan pengaturan tempat duduk konfigurasi 3–2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Untuk relasi terjauh pada periode Angkutan Lebaran, yakni Pasar Senen–Lempuyangan, tiket dijual mulai Rp175.000.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat pada masa Lebaran. Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan tarif perjalanan kereta api,” ujar Bobby.
Tak hanya pada layanan kereta api jarak jauh, upaya perluasan akses juga dilakukan di kawasan perkotaan. Pada H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI memberlakukan tarif Rp1 untuk seluruh relasi dan lintas LRT Jabodebek. Menurut Bobby, kebijakan ini ditempuh mengingat Lebaran adalah saat masyarakat bergerak untuk bersilaturahmi, berwisata, dan menikmati waktu bersama keluarga.
“Melalui kebijakan ini, KAI ingin menghadirkan kejutan yang menyenangkan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” ujar Bobby.
Motis dan Integrasi Perjalanan yang Lebih Aman
Lebih jauh Bobby menerangkan, KAI juga menghadirkan program Mudik Motor Gratis (Motis). Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin tetap membawa sepeda motor saat mudik, namun dengan risiko perjalanan yang lebih rendah.
Selama periode 13 hingga 24 Maret 2026, program ini telah dimanfaatkan lebih dari 25 ribu pelanggan. “Program Motis menghadirkan alternatif perjalanan yang lebih aman dan nyaman. KAI memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik sehingga pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan tenang,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Anne menambahkan, program ini memberi manfaat dalam mendukung kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik. Perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor dapat dialihkan ke kereta api sehingga risiko di perjalanan dapat ditekan. Selain itu, masyarakat tetap dapat membawa sepeda motor untuk mobilitas di daerah tujuan.

Menjaga Keandalan di Setiap Lini
Di tengah upaya peningkatan kapasitas dan layanan, keselamatan tetap menjadi fondasi utama. Bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, KAI melakukan ramp check sarana dan prasarana. Pemeriksaan ini mencakup kesiapan sarana, kondisi jalan rel, sistem keselamatan operasional, hingga pemenuhan standar pelayanan minimum di stasiun dan kereta.
Upaya peningkatan keselamatan juga difokuskan pada perlintasan sebidang yang jumlahnya mencapai lebih dari 3.700 titik di berbagai wilayah operasi. Sepanjang 2025 hingga Februari 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah melakukan penutupan dan penyempitan 361 perlintasan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran perjalanan kereta api.
Selain aspek keselamatan, penguatan juga dilakukan melalui optimalisasi sarana operasional. Selama masa Angkutan Lebaran, KAI menambah 27 lokomotif dan 27 rangkaian kereta guna mendukung peningkatan frekuensi perjalanan. Sarana cadangan pun disiagakan di sejumlah titik strategis, meliputi 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, serta 3 crane untuk mengantisipasi potensi gangguan di lintas perjalanan.
Kesiapan tersebut didukung oleh penguatan sumber daya manusia di lapangan. Sebanyak 3.028 petugas tambahan disiagakan di berbagai titik layanan, mencakup pelayanan pelanggan, pengamanan, kebersihan, hingga penjagaan perlintasan sebidang.
Di sisi pelayanan, KAI juga memperkuat kehadiran petugas di stasiun melalui penambahan 181 Customer Service Mobile (CSM) yang bertugas membantu pelanggan secara langsung. Kehadiran CSM ini dilengkapi dengan tambahan petugas operasional dan kebersihan untuk memastikan kenyamanan area pelayanan tetap terjaga di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Menghadirkan Nuansa Lebaran di Setiap Perjalanan
Guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang hangat bagi pelanggan selama periode Ramadan dan Idulfitri, KAI melakukan pemasangan ornamen tematik di sejumlah stasiun serta livery khusus pada beberapa rangkaian kereta api unggulan.
Livery tematik diterapkan pada rangkaian yang melayani relasi utama, seperti KA Pandalungan relasi Gambir–Jember, KA Gajayana relasi Malang–Gambir, serta KA Argo Wilis/Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng. Desain yang diaplikasikan pada eksterior kereta menghadirkan tampilan berbeda sekaligus memperkuat nuansa Lebaran selama perjalanan.
Tak hanya pada rangkaian kereta, suasana Ramadan juga dihadirkan di stasiun melalui berbagai elemen visual. Ornamen gantung, dekorasi khas Ramadan, hingga elemen Idulfitri dipasang di area gerbang dan ruang pelayanan pelanggan. Sejumlah stasiun juga menghadirkan photo booth tematik Ramadan dan Lebaran yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk mengabadikan momen sebelum memulai perjalanan.
Pullquote:
“Angkutan Lebaran merupakan momentum mobilitas nasional dengan volume perjalanan yang sangat tinggi. Seluruh persiapan kami arahkan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.”
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin