Tak hanya mengantar penumpang, KAI juga memastikan setiap pesawat di YIA terbang dengan bahan bakar yang cukup. Kolaborasi darat dan udara ini menjadi bukti nyata sinergi transportasi nasional.
Tak banyak yang tahu, di balik setiap pesawat yang lepas landas dari Yogyakarta International Airport (YIA), ada peran penting KAI. Tak hanya mengantarkan penumpang dari dan menuju bandara, tetapi juga memasok bahan bakar pesawat atau avtur yang menjadi nadi utama penerbangan.
KAI menjadi salah satu penggerak utama dalam ratai distribusi avtur menuju YIA. Pada tahun ini, hingga Agustus 2025 lalu, KAI berhasil mengangkut avtur dengan volume mencapai 68.241 ton, meningkat 8% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan keandalan moda kereta api dalam menjaga kelancaran logistik energi baki sektor penerbangan nasional.
Avtur diangkut secara rutin dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu, tempat penyaluran bahan bakar pesawat untuk kebutuhan YIA. Dalam setiap perjalanan, satu rangkaian kereta membawa puluhan tangki berisi avtur yang akan dikirim secara terjadwal, rata-rata setiap dua hari sekali. Dengan moda kereta api, distribusi bahan bakar menjadi lebih aman, efisien, dan terhindar dari risiko keterlambatan akibat kondisi lalu lintas jalan raya yang dinamis.
Transportasi berbasis rel memiliki banyak keunggulan, terutama dalam hal kapasitas angkut dan ketepatan waktu. Setiap pengiriman dapat mencapai ribuan ton dengan tingkat keamanan tnggi, karena jalur distribusi berjalan di lintasan khusus yang minim gangguan. Sistem logistik yang terintegrasi juga memastikan pasokan avtur ke bandara tetap stabil, sehingga kegiatan penerbangan berjalan tanpa hambatan.

Tak Hanya Avtur
Peran KAI tak berhenti pada pengangkutan logistik. Melalui KAI Bandara, KAI juga mengelola layanan KA Bandara YIA yang menjadi andalan masyarakat. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025, KA Bandara YIA telah melayani 1.870.994 pelanggan. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya pada periode yang sama, sebanyak 1.79.826 pelanggan.
Pertumbuhan jumlah penumpang ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel yang lebih cepat, terjangkau, dan terintegrasi langsung ke terminal bandara. Bagi banyak pelancong, terutama wisatawan dan pelaku bisnis, KA Bandara menjadi moda yang praktis dan efisien untuk bepergian dari dan menuju Yogyakarta.

Kehadiran KAI di YIA memperkuat posisi KAI sebagai bagian penting dalam ekosistem transportasi nasional. Distribusi avtur yang lancar memastikan roda penerbangan tetap berputar, sementara layanan KA Bandara menghadirkan mobilitas yang nyaman dan terjadwal.
Pada sisi lain, kontribusi ini juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi lokal. Pasokan energi yang terjamin mendorong stabilitas penerbangan, meningkatkan arus wisatawan, dan membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha, termasuk UMKM. Pada saat yang sama, peningkatan jumlah penumpang KA Bandara juga menandakan semakin kuatnya peran perkeretaapian dalam mendorong konektivitas antarmoda transportasi.
KAI membuktikan bahwa moda kereta api bukan hanya sarana pengangkut penumpang dan barang, melainkan bagian dari sistem transportasi terpadu yang menghubungkan berbagai sektor strategis.