KAI terus melangkah maju dalam memperkuat kontribusi terhadap target Net Zero Emission 2060. Setelah penggunaan bahan bakar B35, kini KAI melakukan uji coba menggunakan B40.
Penggunaan bahan bakar B35 telah terbukti menurunkan emisi gas buang dan meningkatkan efisiensi mesin. Namun demikian, hari ini KAI terus melangkah maju dengan melakukan uji coba penggunaan bahan bakar B40.
B40 merupakan bahan bakar campuran solar 60% dan bahan bakar nabati dari kelapa sawit 40%. Penggunaan bahan bakar B40 diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi konsumsi solar dan emisi gas buang.
Selama penggunaan B35, performa mesin kereta api tetap berjalan tanpa masalah. Oleh karena itu, KAI yakin bahwa peralihan dari B35 ke B40 akan berlangsung mulus, mengingat spesifikasi kedua jenis bahan bakar tersebut hampir sama.
Uji coba penggunaan bahan bakar B40 ini diperkuat dengan pembangunan fasilitas blending bahan bakar nabati (biofuel) di lima lokasi, yakni Cipinang (Jakarta), Cepu (Blora), Pasar Turi (Surabaya), Lempuyangan (Yogyakarta), dan Arjawinangun (Cirebon).

KAI sangat mendukung kebijakan pemerintah melalui penggunaan bahan bakar B40 pada angkutan kereta api. Hal ini sejalan tujuan KAI dalam memberikan layanan transportasi yang lebih ramah lingkungan
Selain itu, program ini tidak hanya membawa manfaat lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi industri energi hijau nasional. Penggunaan biofuel berbasis kelapa sawit membantu memperluas pasar domestik, menciptakan nilai tambah bagi produk dalam negeri, dan memperkuat kemandirian energi nasional.