Kehadiran Sarana New Generation menunjukkan komitmen KAI dalam melakukan modernisasi sarana secara mandiri dan mendukung kemandirian industri perkeretaapian nasional.
Transformasi layanan publik di sektor perkeretaapian terus dipacu oleh KAI. Seiring dengan upaya modernisasi armada, dua layanan kereta api jarak jauh, yakni KA Gumarang (Surabaya Pasarturi–Pasarsenen pp) dan KA Tegal Bahari (Pasarsenen–Tegal pp), telah menggunakan rangkaian baru berbahan stainless steel sejak pertengahan Juli 2025 ini.
Langkah tersebut menandai bahwa seluruh layanan KA jarak jauh di Pulau Jawa kini telah dilayani dengan tiga kelas utama: Eksekutif, Ekonomi Komersial, dan Ekonomi PSO (Public Service Obligation). Fokus pengembangan juga diarahkan pada kenyamanan kelas Ekonomi, agar tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
Meski demikian, layanan kereta kelas Bisnis belum sepenuhnya ditinggalkan.
Di Sumatera, KAI masih mengoperasikan kereta kelas ini melalui KA Sribilah Utama (Medan –Rantauprapat pp) di Divre I Sumatera Utara serta KA Sindang Marga (Kertapati–Lubuk Linggau pp) di Divre III Palembang. Keberadaan kelas Bisnis menjadi pilihan tambahan bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan ekstra.
KAI juga membuka peluang untuk mengoperasikan kembali layanan kelas Bisnis di Pulau Jawa pada waktu-waktu tertentu, seperti masa libur panjang Lebaran atau Natal dan Tahun Baru, melalui perjalanan fakultatif.

Strategi Jangka Panjang
Rangkaian Stainless Steel New Generation membawa sejumlah inovasi layanan. Selain bodi yang lebih tahan karat, rangkaian ini dilengkapi dengan kursi ergonomis, ruang kaki lega, dan pijakan kaki pribadi.
Informasi perjalanan disajikan secara real-time lewat Passenger Information Display System (PIDS), sementara pintu otomatis dengan peredam suara menciptakan kabin yang lebih senyap. Teknologi bogie tipe K10 memungkinkan stabilitas perjalanan pada kecepatan hingga 120 km/jam, serta sambungan antarkereta yang mampu meredam getaran. Tak ketinggalan, tersedia stop kontak dan port USB di setiap kursi, menjawab kebutuhan pelanggan era digital.
Modernisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat industri nasional melalui penggunaan komponen dalam negeri.
Transformasi ini dilakukan agar layanan KAI makin responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri perkeretaapian di tanah air.
Modernisasi juga dilaksanakan di Balai Yasa Manggarai, yang berfungsi sebagai pusat perawatan dan peningkatan kualitas sarana. Hingga awal Juli 2025, sebanyak 93 unit kereta berhasil dimodifikasi menjadi versi New Generation, memperkuat kapasitas layanan penumpang KAI.
Langkah strategis ini sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2025–2029 yang menargetkan pertumbuhan tahunan penumpang KA Jarak Jauh sebesar 10,6%, KA Lokal sebesar 9,9%, serta volume angkutan barang yang diproyeksikan meningkat hingga 15% setiap tahun.
KAI yakin peningkatan kualitas layanan ini akan memperkuat konektivitas wilayah dan memperbesar kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal berbasis rel yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.