Di tengah tingginya mobilitas Lebaran 2026, Kereta Ekonomi Kerakyatan hadir sebagai alternatif perjalanan yang nyaman dan terjangkau, sekaligus mencatat respons positif dari masyarakat.
KAI mencatat keberhasilan pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Layanan ini merupakan salah satu solusi strategis yang ditempuh KAI dalam menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat, sekaligus memperkuat kapasitas angkutan dengan tetap menjaga aspek kenyamanan dan keterjangkauan.
Sejak awal operasional hingga periode Lebaran berakhir, Kereta Ekonomi Kerakyatan menunjukkan tingkat okupansi yang tinggi. Hingga 13 Maret 2026 saja, tiga hari setelah diluncurkan, penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan telah menembus 22.355 dari total 27.368 tempat duduk yang disediakan, atau sekitar 82 persen. Angka ini terus meningkat hingga puncak arus mudik dan arus balik, yang mencerminkan tingginya antusias masyarakat terhadap Kereta Ekonomi Kerakyatan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, kehadiran layanan ini merupakan bagian dari komitmen kita dalam menghadirkan alternatif perjalanan yang lebih inklusif.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat pada masa lebaran. Dengan kapasitas yang bertambah serta pengaturan kursi yang lebih nyaman, layanan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan tarif perjalanan kereta api,” ujar Dirut.
Kereta Ekonomi Kerakyatan dioperasikan dalam rangkaian KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan, dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan. Total kapasitas dalam satu rangkaian mencapai 622 tempat duduk, yang secara signifikan membantu menampung lonjakan penumpang selama periode Lebaran.
Dari sisi layanan, peningkatan kenyamanan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tingginya minat pelanggan. Setiap unit kereta dirancang dengan kapasitas 93 tempat duduk dengan konfigurasi 3–2, lebih lega dibandingkan konfigurasi sebelumnya. Ruang antarpenumpang yang lebih luas memberikan kenyamanan tambahan, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Selain itu, fitur kursi reversible memungkinkan pelanggan menyesuaikan arah duduk sesuai arah perjalanan, sehingga pengalaman perjalanan menjadi lebih nyaman dan minim kelelahan. Perbaikan ini menjadi salah satu aspek yang diapresiasi oleh pelanggan selama masa operasional Lebaran.
Dari sisi tarif, Kereta Ekonomi Kerakyatan tetap mempertahankan prinsip keterjangkauan. Dengan harga mulai dari Rp175.000 untuk relasi terjauh, layanan ini berada di antara kereta ekonomi bersubsidi dan ekonomi komersial. Skema ini memberikan keseimbangan antara peningkatan kualitas layanan dan aksesibilitas bagi masyarakat luas.
