Oleh: Bagian Kesehatan Daop 5 Purwokerto
Banyak orang mengira kerusakan gigi hanya disebabkan oleh jarang menyikat gigi atau terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Padahal, tanpa disadari, ada kebiasaan sehari-hari yang justru membuat gigi lebih cepat rusak meskipun kita merasa sudah menjaga kebersihan mulut. Mulai dari waktu menyikat gigi yang kurang tepat hingga cara membersihkan sela gigi yang salah, semua bisa berdampak besar pada kesehatan gigi dan gusi.
Agar terhindar dari masalah gigi sensitif, berlubang, hingga gangguan gusi, yuk kenali kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya dihindari berikut ini.
- Langsung Menyikat Gigi Setelah Makan
Setelah mengonsumsi makanan asam atau manis, pH di dalam mulut akan menjadi asam sehingga lapisan enamel gigi melunak sementara. Jika pada kondisi ini kita langsung menyikat gigi, bulu sikat justru bisa mengikis enamel yang sedang lunak tersebut. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif dan berisiko lebih mudah berlubang dalam jangka panjang.
Solusinya tunggu sekitar 20–30 menit sebelum menyikat gigi setelah makan. Jika merasa tidak nyaman, kamu bisa berkumur dengan banyak air terlebih dahulu untuk membantu menetralkan kondisi mulut.
- Menggunakan Bulu Sikat Terlalu Kasar dan Menyikat Terlalu Keras
Masih banyak orang berpikir bahwa menyikat gigi dengan kuat akan membuat gigi lebih bersih. Padahal, penggunaan bulu sikat yang terlalu kasar, tekanan berlebihan, dan teknik menyikat maju-mundur secara horizontal dapat menyebabkan abrasi servikal.
Abrasi servikal adalah kondisi terkikisnya struktur gigi di area leher gigi, yaitu perbatasan antara gigi dan gusi, akibat gesekan mekanis yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan gigi tampak cekung di bagian lehernya dan terasa ngilu.
Jadi gunakan sikat gigi berbulu soft, dan terapkan teknik menyikat yang lembut serta benar, misalnya dengan gerakan memutar kecil atau dari arah gusi ke gigi.
- Membersihkan Sisa Makanan dengan Tusuk Gigi
Tusuk gigi sering dianggap praktis untuk membersihkan sisa makanan di sela gigi. Namun, kebiasaan ini bisa melukai jaringan gusi dan memicu infeksi, terutama jika digunakan terlalu sering atau dengan cara yang salah. Selain itu, ujung tusuk gigi yang keras dapat memperlebar sela gigi jika terus-menerus digunakan.
Maka dari itu gunakan benang gigi (dental floss) atau interdental brush yang memang dirancang khusus untuk membersihkan sela gigi dengan aman dan efektif.
Source: https://plk.unair.ac.id/tips-membersihkan-gigi-dengan-benang-gigi/
Source: www.tepe.com
- Terlalu Sering Menggunakan Obat Kumur
Obat kumur memang membantu memberikan rasa segar dan membunuh kuman. Namun, penggunaan yang terlalu sering, terutama yang mengandung alkohol atau antiseptik kuat seperti chlorhexidine, justru bisa berdampak buruk. Penggunaan berlebihan dapat membunuh flora normal di mulut, menyebabkan iritasi, serta membuat mulut menjadi kering. Gunakan obat kumur 2–3 kali seminggu saja, kecuali jika ada anjuran khusus dari dokter gigi.
Menjaga kesehatan gigi tidak cukup hanya dengan rajin menyikat gigi, tetapi juga perlu memperhatikan cara dan kebiasaan dalam merawatnya. Dengan menghindari kebiasaan yang dapat merusak gigi dan menggantinya dengan langkah yang lebih tepat, kita bisa menjaga gigi tetap kuat, sehat, dan terhindar dari berbagai masalah di kemudian hari.
Jangan lupa untuk rutin memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali agar kesehatan gigi dan mulut selalu terpantau dengan baik.