KAI Diminati Wisatawan Mancanegara

Jumlah wisatawan asing yang bepergian dengan kereta api di Indonesia terus meningkat. Data terbaru menunjukkan, lebih dari setengah juta turis mancanegara telah menikmati perjalanan dengan layanan KAI sepanjang 2025.

Di tengah geliat pariwisata nasional yang terus tumbuh, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat capaian membanggakan. Sepanjang Januari hingga September 2025, sebanyak 546.989 wisatawan mancanegara (WNA) memilih kereta api jarak jauh sebagai moda transportasi utama mereka di Indonesia. Angka ini naik dari 517.528 WNA pada periode yang sama tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin kuatnya posisi KAI sebagai wajah transportasi modern Indonesia.

KAI mencatat, Stasiun Yogyakarta menjadi gerbang utama perjalanan wisatawan asing dengan 103.620 penumpang, disusul Stasiun Gambir (90.102) dan Bandung (55.459). Ketiga stasiun ini dikenal sebagai pintu masuk menuju destinasi populer seperti Borobudur, Malioboro, dan Lembang. Di sisi lain, Stasiun Probolinggo juga mencuri perhatian, mencatat 17.449 wisatawan asing yang menjadikannya titik keberangkatan menuju Gunung Bromo.

Peningkatan ini ialah bukti bahwa wisatawan global menaruh kepercayaan besar pada transportasi berbasis rel di Indonesia. Kereta api kini menjadi pilihan utama karena aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.

Tren positif ini juga didorong oleh integrasi layanan yang semakin baik, dari sistem pemesanan digital hingga konektivitas antarmoda di berbagai destinasi wisata. Layanan KAI kini bukan hanya sekadar sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Setiap perjalanan dihadirkan sebagai paduan antara kenyamanan modern dan pesona lokal, dari keramahan petugas hingga pemandangan alam yang tersaji sepanjang lintasan.

Peningkatan jumlah wisatawan asing juga dipengaruhi oleh momentum liburan global dan berbagai agenda pariwisata nasional, seperti festival budaya dan konser musik yang tersebar di kota-kota besar. Puncaknya terjadi pada Juli 2025, ketika lebih dari 89 ribu wisatawan mancanegara menggunakan layanan KA jarak jauh. Jika dibandingkan secara historis, tren ini terus menanjak dari 300.708 wisatawan pada 2022 menjadi 669.226 pada 2024, dan kini mendekati 700 ribu di akhir 2025.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menilai bahwa meningkatnya minat wisatawan mancanegara menjadi simbol kepercayaan dunia terhadap sistem transportasi rel Indonesia. “Kepercayaan wisatawan global adalah modal reputasi yang berharga. Ini menunjukkan bahwa layanan dan keselamatan KAI telah diakui di tingkat internasional,” ungkap Dirut.

Lebih jauh, Dirut menegaskan bahwa KAI akan terus memperkuat perannya dalam sektor pariwisata nasional melalui sinergi lintas sektor. “Kami ingin KAI menjadi representasi Indonesia yang bersih, disiplin, dan ramah lingkungan. Setiap wisatawan asing yang naik kereta api Indonesia sesungguhnya melihat bagaimana bangsa ini bergerak maju,” lanjutnya.

Share Artikel

Hubungi Kami