Efisien, Rendah Emisi, Berkelanjutan

Lebih dari 100 titik fasilitas KAI kini memanfaatkan energi surya. Langkah ini bukan hanya efisiensi, tetapi juga bagian dari komitmen menuju operasional yang lebih hijau.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai aset operasional. Hingga awal 2026, sistem PLTS telah terpasang di 103 titik, mulai dari stasiun, balai yasa, kantor, hingga depo dan fasilitas pendukung lainnya. Total kapasitas yang terpasang mencapai 4.450,65 kWp dan akan terus bertambah seiring rencana ekspansi tahun ini.

Pemanfaatan PLTS ini tidak hanya berkontribusi pada efisiensi energi, tetapi juga berdampak langsung pada pengurangan emisi karbon. Dengan produksi listrik sekitar 5,8 hingga 6,2 GWh per tahun, sistem ini diproyeksikan mampu menekan lebih dari 5.000 ton emisi CO₂ setiap tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa transformasi energi di sektor transportasi bukan sekadar wacana, tetapi telah berjalan nyata di lapangan.

Selain aspek lingkungan, penggunaan energi surya juga memberikan manfaat ekonomi. PLTS membantu mengurangi beban listrik pada jam operasional siang hari, terutama di stasiun dan fasilitas dengan aktivitas tinggi. Di saat yang sama, langkah ini meningkatkan ketahanan energi karena sebagian kebutuhan listrik dapat dipenuhi langsung dari sumber yang tersedia di lokasi.

Ke depan, KAI menargetkan penambahan kapasitas sebesar 500 kWp pada 2026, yang akan memperluas jangkauan pemanfaatan energi surya hingga lebih dari 110 titik. Ini menjadi bagian dari arah jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan operasional yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Energi Surya KAI: Langkah Nyata Menuju Transportasi Hijau

Capaian Utama

  • 103 titik PLTS terpasang
  • Total kapasitas: 4.450,65 kWp
  • Target 2026: +500 kWp (113 lokasi)

 

Dampak Energi

  • Produksi listrik: 5,8–6,2 GWh per tahun
  • Pengurangan emisi: >5.000 ton CO₂ per tahun

 

Sebaran Lokasi

  • 62 stasiun
  • 10 balai yasa
  • 12 kantor
  • 10 griya karya
  • 6 depo
  • 3 fasilitas lainnya

 

Manfaat

  • Efisiensi biaya listrik
  • Pengurangan emisi karbon
  • Energi mandiri di lokasi
  • Dukungan Net Zero Emission 2060

Share Artikel

Hubungi Kami