Dirut Tinjau Stasiun Bekasi, Pastikan Layanan dan Integrasi Berjalan Optimal

KAI terus memperkuat pelayanan dan integrasi transportasi publik. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung Stasiun Bekasi untuk memastikan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman dan efisien.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Bekasi pada Kamis (28/8) untuk memastikan pelayanan dan integrasi transportasi berjalan optimal. Dalam kunjungan itu, Dirut meninjau fasilitas, memantau operasional, dan berdialog langsung dengan pelanggan untuk menyerap masukan serta aspirasi pengguna layanan.

KAI menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjadikan suara pelanggan sebagai dasar peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Stasiun Bekasi kini menjadi salah satu simpul penting integrasi layanan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Commuter Line Jabodetabek. Pertumbuhan pengguna di stasiun ini menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Pada 2023, tercatat 854.811 pelanggan naik KAJJ dari Stasiun Bekasi, meningkat menjadi 1.155.817 pelanggan pada 2024 atau naik 35,2 persen. Hingga semester I 2025, jumlahnya telah mencapai 650.629 orang.

Sementara itu, pelanggan turun juga mengalami kenaikan dari 922.127 orang pada 2023 menjadi 1.130.278 orang pada 2024, dan pada paruh pertama 2025 sudah mencapai 632.961 orang. Data tersebut memperkuat posisi Stasiun Bekasi sebagai salah satu titik naik-turun utama perjalanan jarak jauh di wilayah timur Jabodetabek.

Peningkatan serupa terjadi pada layanan Commuter Line. Volume pelanggan di Stasiun Bekasi naik dari 9,4 juta orang pada 2023 menjadi 10,8 juta orang pada 2024, atau tumbuh 15,1 persen. Hingga akhir Agustus 2025, jumlah pengguna sudah menembus 7,3 juta orang. Untuk lintas Cikarang, volume pelanggan bahkan mencapai 84,4 juta orang pada 2024, naik hampir 18 persen dibanding tahun sebelumnya.

Integrasi layanan di Bekasi mempermudah mobilitas masyarakat urban. Kini, banyak pelanggan KAJJ yang tidak perlu lagi menuju Stasiun Gambir atau Pasar Senen karena bisa berangkat langsung dari Bekasi. Selain itu, konektivitas dengan Commuter Line Basoetta melalui Stasiun Manggarai juga memberi alternatif perjalanan yang lebih efisien.

Dari sisi fasilitas, Stasiun Bekasi terus melakukan peningkatan. Area publik kini dilengkapi musala, toilet yang terawat, eskalator, lift, jalur ramah disabilitas, serta ruang menyusui bagi ibu. Upaya ini sejalan dengan misi KAI menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kunjungan Direktur Utama KAI juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para pekerja yang memastikan kelancaran operasional setiap hari. Perusahaan menilai dedikasi insan KAI di lapangan menjadi faktor utama keandalan layanan dan fondasi kepercayaan pelanggan terhadap KAI sebagai penyedia transportasi publik modern.

Share Artikel

Hubungi Kami