Pertumbuhan kinerja KAI sepanjang 2025 mencerminkan semakin kuatnya peran kereta api dalam menopang mobilitas masyarakat dan kelancaran rantai pasok logistik nasional.
KAI berhasil mencatatkan pertumbuhan yang konsisten dan merata di berbagai lini usaha sepanjang 2025. Kinerja positif ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika mobilitas nasional. Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal.
Sepanjang 2025, KAI melayani total 503.549.740 pelanggan. Pencapaian ini lebih tinggi 8,52 persen dibandingkan capaian 2024, yakni 464.031.108 pelanggan. Pertumbuhan tersebut menjadi bukti bahwa kereta api tetap menjadi andalan dan pilihan utama masyarakat, sekaligus mencerminkan kepercayaan publik yang terus terjaga.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pelanggan pada 2025 menunjukkan posisi kereta api sebagai moda transportasi yang semakin diandalkan oleh masyarakat Indonesia.
“Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel sebagai moda transportasi yang andal, aman, dan terjangkau,” ujar Bobby
Dari sisi operasional, KAI mencatat ketepatan waktu keberangkatan kereta api penumpang mencapai 99,53 persen. Sementara, ketepatan waktu kedatangan berada di angka 95,93 persen. Menurut Bobby, capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan perkeretaapian nasional.
Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Usaha
Peningkatan jumlah pelanggan terjadi di seluruh lini usaha KAI Groups. LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan paling signifikan dengan melayani 28,8 juta penumpang, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 21 juta penumpang. Sementara layanan kereta cepat Whoosh melayani 6,2 juta penumpang, tumbuh 2,42 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Di segmen layanan kereta api premium, KAI Wisata menunjukkan lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pada 2025, jumlah pelanggan anak usaha KAI yang menghadirkan layanan kereta eksklusif seperti Kereta Panoramic, Kereta Priority, serta kereta wisata tematik Nusantara, Toraja, dan Imperial mencapai 245.667 penumpang. Angka ini tumbuh 64,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 150.000 penumpang.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh layanan KAI Bandara yang melayani 6,98 juta penumpang sepanjang 2025, meningkat 20,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 5,8 juta penumpang. Adapun layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal melayani 55,6 juta penumpang, tumbuh 7,29 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar 51,8 juta penumpang.
Sebagai tulang punggung transportasi publik masyarakat urban, KAI Commuter turut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Sepanjang 2025, KAI Commuter melayani 400,7 juta penumpang atau meningkat sekitar 7,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 374 juta penumpang.
Tak hanya di Pulau Jawa, capaian positif juga berhasil ditorehkan KAI di Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Jumlah penumpang LRT Sumatera Selatan tumbuh sebesar 6,35 persen, dari 4,35 juta penumpang pada 2024 menjadi 4,63 juta penumpang pada 2025. Sementara, Kereta Api Makassar–Parepare mencatat kenaikan penumpang sebesar 13,89 persen, dari 279 ribu menjadi 318 ribu penumpang.
Seiring dengan pertumbuhan pelanggan domestik, layanan kereta api KAI juga semakin diminati wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, sebanyak 694.123 wisatawan asing tercatat menggunakan layanan kereta api jarak jauh, tumbuh 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung konektivitas pariwisata nasional, sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan terintegrasi bagi wisatawan internasional.

Penopang Distribusi Logistik Nasional
Tak hanya menorehkan capaian positif pada angkutan penumpang, KAI juga mencatat pertumbuhan yang signifikan di sektor angkutan barang. Total volume angkutan barang yang dilayani KAI sepanjang 2025 mencapai 69.791.691 ton, meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 69.201.670 ton.
Kinerja tersebut ditopang oleh layanan angkutan beragam komoditas, mulai dari ritel, peti kemas, batu bara, semen klinker, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hasil perkebunan, serta komoditas lainnya.
Angkutan batu bara masih menjadi kontributor utama dengan volume mencapai 57.5 juta ton atau sekitar 82,4 persen dari total angkutan barang. Mayoritas pengiriman ditujukan ke pembangkit listrik di berbagai wilayah, khususnya Jawa dan Bali, guna menjaga keandalan pasokan energi nasional.
Di luar batu bara, tren pertumbuhan juga terlihat pada komoditas lain seperti ritel, hasil perkebunan, dan pupuk. Sepanjang 2025, volume Barang Hantaran Paket (BHP) dan parsel tercatat mencapai sekitar 252 ribu ton, sementara angkutan pupuk mencapai 21 ribu ton.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan volume angkutan barang menunjukkan kepercayaan pengguna jasa terhadap transportasi berbasis rel yang andal dan terjadwal. Menurutnya, layanan angkutan barang kereta api mampu menjawab kebutuhan pengiriman komoditas dalam volume besar secara konsisten.
“Kelancaran distribusi angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak luas bagi perekonomian. Pergerakan logistik yang stabil mendukung aktivitas industri, menjaga ketersediaan energi dan bahan baku, serta membantu efisiensi biaya distribusi dengan mengurangi beban lalu lintas jalan raya,” jelas Anne.
Kepedulian Sosial yang Kian Menguat
Seiring dengan pertumbuhan kinerja bisnis, KAI terus menjaga komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Sepanjang 2025, KAI menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp32,24 miliar, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, yakni Rp19,3 miliar.
Salah satu wujud nyata kehadiran KAI di tengah masyarakat diwujudkan melalui Rail Clinic, layanan kesehatan bergerak yang menyapa warga di sekitar jalur rel. Sepanjang 2025, Rail Clinic hadir melalui 19 kegiatan di berbagai wilayah dan mencatat 8.374 kunjungan warga. Angka ini tumbuh signifikan dibandingkan tahun 2024, yakni 7.076 kunjungan.
Menurut Anne, Rail Clinic dirancang sebagai jembatan empati antara KAI dan masyarakat di sekitar jalur kereta api. Layanan kesehatan gratis ini meliputi pemeriksaan dokter umum, kesehatan gigi, kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan mata, hingga laboratorium sederhana yang dilakukan oleh tenaga medis profesional. Layanan ini juga dilengkapi pemberian obat dan kacamata sesuai kebutuhan, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, edukasi TBC, serta penguatan kesadaran keselamatan perjalanan kereta api.
“Di sepanjang rel itu ada kehidupan, ada keluarga, ada anak-anak, dan ada harapan. Rail Clinic kami hadirkan agar masyarakat di sekitar jalur kereta api dapat merasakan akses layanan kesehatan dan edukasi yang layak, dekat, dan tanpa biaya. Ketika kereta api berhenti, yang kami bawa adalah kepedulian,” ujar Anne.
Dengan capaian positif sepanjang 2025, KAI tidak hanya mencatatkan kinerja bisnis, tetapi juga menegaskan perannya sebagai transportasi publik yang hadir dan memberi makna dalam kehidupan masyarakat. Capaian ini menjadi pijakan penting bagi KAI untuk menatap 2026 dengan optimisme.
Pullquote:
“Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel sebagai moda transportasi yang andal, aman, dan terjangkau.”
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin