Stasiun Jatake merupakan stasiun pertama yang dibangun dengan skema creative financing, tanpa ketergantungan pada APBN.
Kehadiran Stasiun Jatake yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi dan Gubernur Provinsi Banten Andro Soni padi 28 Januari 2026 silam semakin menegaskan posisi KAI sebagai garda depan transportasi publik.
Stasiun Jatake terletak Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan berada dalam lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Stasiun ini merupakan stasiun pertama hasil kolaborasi KAI dengan pihak swasta yang dibangun dengan skema creative financing, tanpa ketergantungan pada APBN. Skema ini sejalan dengan semangat efisiensi, inovasi, dan perluasan peran KAI dalam pembangunan berkelanjutan.
Stasiun Jatake hadir sebagai jawaban atas lonjakan kebutuhan layanan di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Volume pengguna Commuter Line di jalur ini terus meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Sepanjang 2025, lintas ini melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 69.999.362 pengguna pada 2024, 62.085.471 pengguna pada 2023, dan 43.317.716 pengguna pada 2022. Dalam kurun satu dekade terakhir, tren ini menunjukkan peran kereta api perkotaan yang semakin dominan dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta.
Sejak mulai beroperasi pada 28 Januari hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out. Capaian ini mencerminkan kebutuhan akses transportasi rel yang semakin dekat dengan kawasan permukiman serta pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat.
Kehadiran Stasiun Jatake sendiri memperkuat konektivitas regional sekaligus meningkatkan daya saing kawasan BSD sebagai aglomerasi berbasis Transit Oriented Development (TOD). Konsep seamless integration yang diterapkan di Stasiun Jatake, akan memungkinkan pengguna Commuter Line langsung terkoneksi dengan pusat perbelanjaan dan moda lanjutan dalam satu kawasan terpadu.
Ini selaras dengan pendekatan TOD yang KAI dorong untuk menciptakan simpul mobilitas yang bukan hanya fungsional, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan nilai kawasan.