Perkuat Keselamatan, KAI Tutup 305 Perlintasan Sebidang Sepanjang 2025

Secara nasional, jumlah perlintasan sebidang masih mencapai ribuan, termasuk perlintasan liar yang menjadi tantangan tersendiri.

Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat aspek keselamatan perjalanan melalui penutupan perlintasan sebidang. Hingga November 2025, tercatat sebanyak 305 perlintasan sebidang telah ditutup. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang aman bagi seluruh pengguna jalan dan pelanggan kereta api.

Penutupan perlintasan dilakukan secara selektif, berdasarkan kajian keselamatan dan tingkat risiko di masing-masing lokasi.

Selain itu, KAI secara paralel juga terus memperkuat pendekatan edukatif dengan melaksanakan lebih dari 1.800 kegiatan sosialisasi keselamatan, termasuk ratusan edukasi di sekolah serta pemasangan ratusan spanduk imbauan. Kegiatan ini melibatkan komunitas railfans dan pecinta kereta api.

Evaluasi keselamatan menunjukkan masih adanya ratusan titik rawan di sepanjang jaringan rel nasional, baik di perlintasan berpintu maupun tidak berpintu. Terkait hal ini, KAI terus memperkuat pemantauan, khususnya di wilayah dengan mobilitas masyarakat tinggi seperti Jakarta dan Sumatera Utara, sekaligus meningkatkan intensitas kampanye keselamatan di kawasan tersebut.

Pada periode dengan lonjakan mobilitas seperti Natal dan Tahun Baru, perhatian ekstra diberikan melalui penempatan ratusan Penjaga Jalan Lintasan tambahan di titik-titik kritis. Kehadiran penjaga lintasan ini diharapkan dapat membantu mengatur arus lalu lintas dan memberi rasa aman, terutama di perlintasan yang belum dijaga secara permanen.

Secara nasional, jumlah perlintasan sebidang masih mencapai ribuan, termasuk perlintasan liar yang menjadi tantangan tersendiri. KAI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menata perlintasan secara bertahap dan berkelanjutan.

Share Artikel

Hubungi Kami