Stasiun Lasem menjadi bagian dari jalur kereta api milik perusahaan tram pertama di Indonesia. Dibuka tahun 1900 kemudian dipindah pada tahun 1910-an, dengan ciri menyerupai bangunan Tionghoa. Keberadaan stasiun ini memberikan dampak perkembangan Kota Lasem.
1881
Perusahaan tram swasta Samarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) mendapatkan konsensi pembangunan di Pantai Utara Jawa tahun 1881. Tujuannya mengangkut komoditas ekspor utamanya gula. Tram pertama di Indonesia ini mulanya akan menggunakan lebar jalur 914 mm namun akhirnya berubah menjadi 1.067 mm, seperti yang banyak digunakan saat ini.
1900
Pada tahun 1896, SJS mendapatkan konsesi pembangunan jalur Juwana-Lasem. Jalur sepanjang 34 km ini diresmikan pada 1 Mei 1900. Sebagai salah satu titik perhentian dibuka Halte Lasem, berada di pusat Kota Lasem, tidak jauh dari Pabrik Gula Tulis. Kehadiran halte ini meningkatkan distribusi perdagangan, ekonomi Lasem kian bergeliat.
1910-an
Sekitar tahun 1910-an, Halte Lasem dipindahkan ke daerah barat Kota Lasem. Alasannya untuk mempermudah pengembangan jalur ke Pamotan-Jatirogo. Bersamaan peresmian jalur antara Lasem-Pamotan, Stasiun Lasem dibuka. Stasiun Lasem beratapkan model pelana dengan atap genteng, ujungnya terdapat gables. Dinding bangunan berupa struktur batu dan bata. Terdapat bukaan sebagai akses udara dan pencahayaan. Lantai stasiun menggunakan tegel Pabrik LZ (Lasem). Salah satu keunikan, ujung atap Stasiun Lasem sekilas menyerupai Ngang Shan, gaya arsitektur Tionghoa.
1942
Di bawah pendudukan Jepang tahun 1942, Stasiun Lasem masuk ke dalam eksploitasi Jawa Tengah (Chubu Kyoku). Perkeretaapian difokuskan guna keperluan militer Jepang.
1945
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, dilakukan pengambilalihan sarana kereta api dari tangan Jepang. Mengingat kereta api sangat vital sebagai alat perjuangan bangsa. Lawang Sewu sebagai kantor pusat Eksploitasi Tengah berhasil direbut September 1945. Aksi perebutan menerus ke stasiun-stasiun, termasuk Stasiun Lasem.
1992
Angkutan tram kian kalah pamor dengan bus dan truk. Akhirnya sekitar tahun 1992 tram ke arah Lasem beserta Stasiun Lasem ditutup.