KAI Berhasil Hemat 203,93 Juta Liter

Sepanjang 2025, KAI mencatat penggunaan air sebesar 716,30 megaliter. Angka ini turun 203,93 megaliter atau sekitar 203,93 juta liter dibandingkan 2024 yang mencapai 920,23 megaliter. Pengurangan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan air dapat dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan operasional dan pelayanan.

Air digunakan untuk banyak aktivitas di lingkungan KAI, mulai dari sanitasi, toilet, tempat wudu, kebutuhan pekerja dan pelanggan, hingga pencucian sarana. Karena itu, penghematannya tidak cukup dilakukan dengan mengurangi pemakaian. KAI juga memperkuat pengukuran konsumsi serta mencari cara agar air yang sudah digunakan dapat diolah dan dipakai kembali.

Salah satu contohnya terdapat pada Automatic Train Wash Plant (ATWP) LRT Jabodebek. Sistem pencucian otomatis ini dilengkapi water treatment system yang menyaring air bekas pencucian sebelum digunakan kembali. Tanah, pasir, oli, dan gemuk dipisahkan dalam proses tersebut. Pada tahap akhir, pembilasan menggunakan demineralized water untuk menjaga kebersihan sarana.

Penggunaan kembali air membantu mengurangi kebutuhan air baru dalam proses pencucian. Pengukuran konsumsi juga dilakukan secara berkala di kantor pusat, unit-unit operasional, dan entitas anak. Data tersebut digunakan untuk melihat perubahan penggunaan air dan menentukan langkah yang perlu dilakukan.

Efisiensi ini juga membawa manfaat bagi operasional. Berkurangnya penggunaan air PDAM dapat menekan biaya pemakaian, sementara penggunaan air tanah yang lebih rendah turut mengurangi kebutuhan listrik untuk mengoperasikan pompa.

Bagi KAI, penghematan 203,93 juta liter air pada 2025 menjadi pijakan untuk terus memperbaiki cara menggunakan sumber daya. Pengukuran konsumsi, kedisiplinan pemakaian, serta teknologi pengolahan dan penggunaan kembali air akan terus diperkuat, terutama pada fasilitas operasional dan pelayanan. Targetnya sederhana, yakni kebutuhan layanan tetap terpenuhi, sementara air digunakan seperlunya.

Share Artikel

Hubungi Kami