BISNIS HEBAT KERJA HEBAT

 

Tahun 1800-an, hiduplah seorang yang sangat jenius, Karl Benz dan sedang terjebak di dalam keputusasaan dan depresi. Dia sepertinya kehilangan akal dan mulai mencoba sana sini. Karena kejeniusannya, Benz, akhirnya menciptakan sesuatu yang belum dilihat oleh dunia, yakni kendaraan bermotor pertama yang digerakkan oleh bahan bakar bensin. Suatu penemuan baru, seyogianya memperoleh apresiasi dari lingkungannya, tapi hal ini berbanding terbalik dengan kenyataannya, Benz malah di cemooh, dan dikatakan kendaraan bermotornya itu seperti “becak aneh” yang tidak berguna, kecuali hanya sebagai pelampiasan keputusasaan. Mendapat penilaian negatif dari lingkungannya, dia semakin terpuruk dan mengalami depresi yang berat hingga melarikan diri ke dunia alkohol.

Bertha, sang istri tercinta yang memang tugasnya merawat kelima anak mereka, mulai melihat ketidakberesan di dalam diri suaminya. Di rumah mereka yang kecil, di daerah Mannheim, sang istri terus merawat kelima anaknya dan mendampingi suaminya yang sudah mulai tenggelam di dalam depresi berat. Sambil melakukan itu semua, Bertha melihat bahwa penemuan suaminya yang di cemooh lingkungannya sebagai “becak aneh”, pasti memiliki potensi besar untuk di kembangkan. Tinggal dia berpikir bagaimana bisa membuktikan dan meyakinkan khalayak tentang hal ini, apalagi dia Adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak mengerti tentang seluk beluk mesin dan kendaraan yang dirancang suaminya.

Suatu pagi yang cerah, Bertha bangun tidur dengan sebuah pengharapan yang luar biasa. Dia mengatakan kepada suaminya, Benz bahwa dia akan meneruskan penemuannya ini sekalipun tidak mendapat sambutan dari Masyarakat, setidaknya kendaraan yang sudah di rancang ini sekalipun kelihatan “aneh”, mereka sekeluarga bisa menggunakannya. Tidak ada gunanya, jika barang bagus hanya di geletakkan di garasi, padahal bisa di gunakan. Lalu, dibantu anak-anaknya dia mempersiapkan perjalanan pertama ini dan mengeluarkan “mainan mewah aneh” itu keluar garasi dan akan mengendarai kendaraan tersebut ke rumah orang tuanya di daerah Pforzheim yang jaraknya puluhan kilometer. “Sekalipun orang – orang tidak mempercayai penemuan suamiku, setidaknya, aku sebagai istrinya bisa membuktikan bahwa kendaraan ini akan sangat berguna di kemudian hari”, demikian gumam istrinya ketika mengeluarkan kendaraan tersebut dari garasi.

Perlahan namun pasti, kendaraan tersebut mulai bergerak, mirip mainan yang dikendarai manusia, namun Bertha tidak putus asa, dia mencoba terus. Banyak tantangan selama perjalanan tersebut. Suatu kali dia kehabisan bensin di jalan, lalu dia menuju apotek untuk mengisinya kembali (dahulu, bensin juga di jual di apotek). Di lain petak jalan, dia mengalami gangguan rem, lalu dia mendatangi tukang penyamak kulit untuk menciptakan bantalan rem, sekaligus itulah yang menjadi bantalan rem pertama dalam sejarah mobil Benz. Tidak hanya itu, rantai penggerak pun aus dan putus, lalu Bertha menemui pandai besi dan diperbaiki kembali. Intinya, dalam perjalanan tersebut selalu ada gangguan dan dia tidak pernah putus asa untuk bangkit dari setiap permasalahan yang ada untuk terus berjalan mencapai tujuan. Belum lagi, pandangan orang-orang yang aneh melihat dia berjalan dengan “mainan besar” kata mereka sambil mencemooh. Kita bisa membayangkan, bagaimana seorang wanita Tangguh dan tidak kenal menyerah melalui perjalanan yang Panjang puluhan kilometer dan akhirnya sampai di rumah orang tuanya, di Pforzheim.

Perjalanan unik ini membuat orang-orang mulai menyadari bahwa ini bukan sekedar “becak aneh”, atau “mainan besar”, tetapi sebuah alat angkut yang tidak hanya mengangkut satu orang saja, tapi bisa juga ke depannya mengangkut banyak orang. Alat angkut yang bisa memindahkan orang dari satu tempat ke tempat yang lain dengan menghemat tenaga, waktu dan biaya ; kesadaran ini mulai muncul setelah Bertha, istri Benz membuktikannya. Setibanya kembali lagi dari rumah orang tuanya, Bertha bercerita pengalamannya yang luar biasa dengan “becak aneh”-nya ini. Mendengar kisah istrinya, semangat Benz muncul kembali, ada kegairahan untuk menyempurnakan mobil ini, apalagi istrinya memberikan masukan yang sangat baik berdasarkan pengalamannya, seperti menambahkan gigi tambahan agar kendaraan lebih cepat, tingkatkan rem, pasang roda keempat untuk stabilitas, dan jangan lupa filter bahan bakar. Sekalipun, dia lebih jenius dari istrinya, Benz tetap mendengarkan dan mencatat serta melakukan Tindakan perbaikan. Dari kisah ini, kita mengenal, mengendarai bahkan memiliki kendaraan yang kita kenal sekarang, Mobil.

Apa itu bisnis ? Bisnis Adalah fungsi dari Sistem dan Manusia (B = f(S,P). Kedua aspek ini memegang peranan penting, terutama aspek manusianya/SDM. Ada dua pilar utama dalam bisnis yang terkait dengan SDM di era perubahan ini terutama untuk KAI Group, yaitu: Karakter dan Inovasi.  Karakter menyangkut bagaimana implementasi Nilai-nilai CITAR yang terukur dan bisa di kembangkan lebih lanjut menuju visi dan misi Perusahaan. Sedangkan inovasi adalah bagaimana setiap pegawai (insan-insan KAI), mulai berpikir “di luar kebiasaan”, dan keluar dari zona kenyamanan. Tidaklah berkelebihan jika Peter Drucker mengatakan: “Hanya ada dua poin penting dalam bisnis yang mendatangkan keuntungan Perusahaan, yaitu Innovation & Marketing (Inovasi dan Pemasaran). Ketika kita terus mengembangkan inovasi baru, baik itu produk, layanan, sistem maupun lingkungan kerja/stasiun tidaklah langsung memperoleh penegasan atau penerimaan, tetapi harus melalui pembuktian yang benar-benar berguna bagi kemajuan Perusahaan. Inovasi juga berarti: “Ide yang laku di jual mahal” (Peter Drucker).

Pegawai KAI Group terdiri dari berbagai lini generasi, tentu ketika di stimulasi akan mengeluarkan ide-ide brilian untuk diimplementasikan dalam program dan tindakan yang mengarah kepada peningkatan pendapatan dan pelayanan perusahaan. Jadi, ketika itu baik, dan tidak melanggar aturan Perusahaan, etika bahkan PKB, teruslah berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi Perusahaan. Tidak bisa dipungkiri bahwa, kemajuan KAI Group kita di semester pertama ini adalah hasil kerja cerdas dan kerja keras dari semua insan-insan KAI Group, saatnya kita terus berinovasi untuk melangkah di lembar pencapaian kinerja berikutnya.

Apa yang harus kita lakukan saat ini, mulailah berpikir kritis untuk melihat dan berpikir atas peristiwa lingkungan yang ada di sekeliling kita, terlebih permasalahan kerja. Kita bisa menggunakan konsep pertanyaan sederhana untuk pembelajaran dalam bekerja, dengan pertanyaan: WHAT, WHY dan HOW. Lalu menurunkannya dalam bentuk Langkah-langkah tindakan terukur dan mulai di lakukan. Do it Now. Yang kedua, tetap berkolaborasi dengan orang lain, atau tim lain. Salah satu kekuatan bisnis Adalah sinergi yang kuat antar bagian untuk mewujudkan Misi Perusahaan, dan yang ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah di level kepemimpinan di lini mana pun, untuk menjadi Pemimpin yang Teladan, Amanah dan Bertanggung Jawab dalam menjalankan prinsip-prinsip kepemimpinan untuk menggerakkan dan mengarahkan semua anggota tim/unitnya.

Share Artikel

Hubungi Kami