KAI Bergerak Cepat Tangani Banjir Sumatera

Tak hanya sigap memulihkan akses yang sempat terhambat, KAI juga menggulirkan program CSR untuk masyarakat terdampak bencana.

Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 mengakibatkan terputusnya sejumlah akses darat dan mengganggu aktivitas warga. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil respons cepat memulihkan akses demi kelancaran mobilitas bantuan dan warga.

Begitu bencana terjadi, KAI langsung mengerahkan sumber daya untuk memulihkan jalur perkeretaapian yang terdampak. Selama lima hari penuh tanpa henti, tim prasarana bekerja di lapangan menangani 13 titik gangguan di tiga lintas utama, yaitu Pelabuhan–Medan, Medan–Binjai, dan Tebing Tinggi.

Curah hujan tinggi, genangan, longsoran, hingga gogosan akibat aliran air deras menjadi tantangan utama. Namun melalui asesmen cepat, rekayasa teknis, serta pengerahan peralatan berat, jalur kereta api mulai dapat difungsikan kembali secara bertahap sejak hari pertama pascabencana. Dalam waktu 5×24 jam, seluruh lintas berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi normal.

Keberhasilan ini berdampak langsung bagi masyarakat. Saat banyak akses jalan darat masih terputus, kereta api menjadi moda yang dapat diandalkan untuk menjaga mobilitas dan distribusi logistik. KAI bahkan meningkatkan layanan angkutan BBM, dari dua menjadi empat perjalanan per hari. Volume angkutan pun naik signifikan, demi memastikan pasokan energi tetap terjaga di wilayah terdampak.

CSR KAI Quick Response

Kontribusi KAI tidak berhenti pada aspek operasional. Melalui program CSR KAI Quick Response Peduli Bencana, bantuan kemanusiaan disalurkan ke Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Bantuan mencakup kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, beras, air mineral, selimut, obat-obatan, hingga perlengkapan keluarga. Penyaluran dilakukan bertahap dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD setempat, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Di Medan dan Aceh, masing-masing bantuan senilai Rp50 juta disalurkan segera setelah akses terbuka. Sementara di Sumatera Barat, bantuan diberikan dalam dua tahap dengan total Rp50 juta, disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Ke depan, KAI juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa layanan kesehatan gratis dan bantuan lain sesuai rekomendasi otoritas setempat.

Share Artikel

Hubungi Kami